Seperti biasa, pulang dari tempat kerja sambil lirik kiri dan kanan siapa tau ada sesuatu yang menarik terutama makanan sebagai referensi ketika ingin makan sesuatu. Nah ketika itu pula tiba-tiba terbaca warung pempek di pinggir jalan. Saya sudah melewati jalan itu lebih kurang 4 tahun, dan baru tadi kebaca ada jual pempek disana. Entah kenapa kok rasanya ingin makan pempek itu, tapi yang muncul dalam pikiran ini adalah ah besok-besok saja, yang penting ada warung pempek yang baru kelihatan disana, jadi tinggal mampir. Singkat cerita ya sudah, lanjut jalan sambil mampir ke tempat kerja istri untuk sekalian jemput pulang. 

Sesampainya ke tempat istri, saya diajak untuk diantarkan ke tempat tukang jahit baju karena mau buat baju seragam, dan saya pun mengiyakan ajakan tersebut. Dari informasi yang didapat dari kawannya, katanya tempat jahit bajunya itu disebelah warung pempek yang ternyata itu adalah warung pempek yang saya lihat tadi. Kok bisa tepat gitu ya? Setelah sampai ke tempat jahit baju dan ketemuan dengan yang jahit baju, lagi-lagi muncul dalam pikiran ini, "kayaknya pempek yang itu enak la, coba ah". Langsung nawari ke istri untuk beli pempek dan dia pun mengiyakan, dan akhirnya jadi beli pempek. Rasanya lumayan enak, lembut dan terasa ikannya, tapi kuahnya memang tidak terlalu kental, tapi lumayan enak.

Eits, bukan pempeknya yang mau dibahas disini,hehe,,. tapi prosesnya yang menarik buat saya bahas dan buat senyam senyum sambil jalan pulang. Pertama, hampir tiap hari kecuali hari sabtu dan minggu, saya selalu melewati jalan itu baik pergi ataupun pulang kantor, tapi baru tadi kebaca ada jual pempek di sana dan saya ingin mampir tapi ndak jadi. Kedua, kenapa tempat jahit baju yang dituju pun ternyata berada di belakang tempat jual pempek itu. dan Ketiga, setelah jahit baju, kami pun tergerak untuk mencoba pempek itu. Nah disitulah uniknya rezeki. Ternyata rezeki itu sudah diatur sama Allah dengan baik. 

Kalau muncul dalam otak kita kalau rezeki itu adalah hasil usaha kita sendiri, itu salah, karena ada yang mengatur orang lain untuk datang ke kita dan memberikan rezeki itu ke kita. Saya contohnya, digerakkan mata saya untuk melihat ada yang jual pempek di sana, dan pertama saya belum tergerak untuk beli dan mampir, tapi ternyata skenario Allah hebat sekali, digerakkannya kami untuk lagi-lagi melewati warung itu. Terus setelah selesai jahit baju, lagi-lagi kami digerakkan untuk membeli pempek itu. Artinya rezeki yang diperoleh pedagang pempek itu berasal dari Allah melalui perantara kami yang tidak sengaja dan tidak berencana dari awal untuk membeli pempek hari ini. Luar biasa kan skenario Allah itu?

Dari situ dapat diambil pelajaran, ketika kita memperoleh rezeki, kita harus bersyukur dengan apapun itu dan seberapa pun besar-kecilnya rezeki itu. Kalau Allah tidak menggerakkan hati dan pikiran kami untuk beli, pedagang itu tidak dapat rezeki melalui perantara kami. Berdasarkan sudut pandang itu, besar sekali hikmah yang saya dapat hari ini. Melalui tulisan ini, saya mau berbagi ke kawan-kawan semua untuk selalu bersyukur atas rezeki yang kita peroleh walaupun kadang kita merasa rezeki yang kita peroleh ini masih sangat kecil dan kurang. Tapi ingat, rezeki yang kita peroleh itu adalah atas IZIN DARI ALLAH kepada kita. Ada orang yang digerakkan hati dan pikirannya untuk memberikan itu ke kita.

Jadi,....mari selalu bersyukur atas rezeki yang kita peroleh, karena kalau kita bersyukur, Allah akan menambahkan rezeki yang kita peroleh tadi ke kita, tapi kalau kita kufur, atau kita tidak bersyukur, apalagi mengeluh atas rezeki yang Allah berikan ke kita, Allah akan marah dan murka, dan ancamannya sangat jelas, azab yang pedih. begitu yang dibunyikan dalam Al-quran.

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”(QS. 14:7)

0 comments:

Post a Comment

Blog Archive

Powered by Blogger.

Translate

Popular Posts